|
|
Warning: Unknown: open(/home6/migrant/http/bbs/data/__zbSessionTMP/sess_17d672163799b50c2cfd978145ad6d7c, O_RDWR) failed: Permission denied (13) in Unknown on line 0
Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/home6/migrant/http/bbs/data/__zbSessionTMP) in Unknown on line 0

 |
|
 |
2008-01-24 14:12:41 |
|
|
TKW ASLI |
Sudahlah jangan jadi ISLAM, hukumnya nakutin, P A N C U N G!!! |
|
|
Dituduh racuni anak majikan, TKW terancam dipancung
Tanggal : 23 Jan 2008
Sumber : Harian Terbit
KARAWANG - Setelah Yanti Irianti, TKW asal Cianjur, Jabar, yang dihukum mati di Arab Saudi, pekan lalu, kini seorang TKW asal Dusun Pangaritan/ Wagirserut RT10/RW05, Desa Pagadungan, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Karsih binti Ocim (33) terancam hukuman pancung, di Riyadh, Arab Saudi, karena diduga meracuni anak majikannya.
Menurut ayah Karsih, Ocim bin Said (62), di Karawang, Rabu (23/1), kabar yang sampai ke keluarga, Karsih akan dieksekusi mati dengan cara di pancung, pada Jumat (11/1) lalu. Namun, hingga kini pihak keluarga mengaku belum menerima kabar resmi terkait ancaman eksekusi mati tersebut.
Data yang diperoleh Harian Terbit sendiri dari Migrant Care menyebutkan, saat ini ada 303 buruh migran asal Indonesia (TKI) yang terancam hukuman mati, antara lain di Arab Saudi, Mesir, Malaysia dan Singapura.
Dari 303 TKI yang terancam hukuman mati itu, 11 di antaranya sudah punya kekuatan hukum tetap atau tinggal menunggu eksekusi. Mereka delapan orang di Malaysia dan tiga lainnya di Arab Saudi. Sedang sisanya masih dalam proses persidangan.
Namun menurut Direktur Eksekutif Migran Care, Anis Hidayah, Rabu (23/1), Karsih yang terancam hukuman mati ini tidak dalam jumlah 303 TKI yang sedang menunggu nasib. Informasi yang diperolehnya dari KBRI di Riyadh, Karsih asal Karawang ini hingga kini belum dieksekusi.
Karena itu, Anin kembali melontarkan seruannya kepada Presiden SBY agar turun tangan dan melakukan diplomasi politik guna menolong para TKW yang terancam mati itu. ''Hal seperti ini pernah dilakukan Presiden Gus Dur, dan berhasil,''ungkap Anis.
Dari Karawang dilaporkan, ibu Karsih, Ny Asah (52), mengaku hingga kini belum mendapat kejelasan mengenai nasib anaknya itu. Padahal sebelumnya pihak keluarga sudah mendapatkan informasi kalau anaknya terkena hukuman mati.
"Ketika Karsih mengabarkan akan dieksekusi mati, kami sekeluarga kaget. Tapi Karsih tidak banyak bicara, sehingga keluarga semakin tambah khawatir dan sedih dengan kabar ini," kata Ny Asah.
Ia sangat berharap Karsih tidak dihukum mati dan bisa dipulangkan dalam keadaan selamat. Sedangkan kepada pemerintah Republik Indonesia, pihak keluarga meminta bisa segera melakukan penelurusan ke Riyadh dan mengabarkan kondisi terakhir anaknya itu.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Karawang, RM Adilhati Kosyungan menjelaskan, beredarnya informasi bahwa Karsih terancam hukuman pancung muncul ketika Karsih menghubungi keluarganya per telepon Jumat pekan lalu (11/1) dan mengaku dirinya akan dieksekusi pancung.
"Tapi sampai sekarang kami dan keluarga korban belum menerima kabar lanjutannya, " katanya.
Alasan hukuman pancung itu sendiri, karena Karsih dituduh majikannya, Ali Muhammad Idris Al Asyiri meracuni makanan yang dimakan anaknya, hingga meninggal dunia. "Saat Karsih mengabarkan hal tersebut, ia sedang dipenjara oleh kepolisian setempat," katanya.
Adilhati menjelaskan, informasi mengenai kasus tersebut sudah dilaporkan sejak Agustus 2007 lalu. Saat itu, Kepala Desa Pagadungan Enjang Teja Hermana melaporkan ada salah seorang warganya yang terancam eksekusi mati di Arab Saudi.
Sedangkan keluarga korban mendapat laporan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, kalau Karsih bersama TKW asal Cianjur yang diduga bernama Yanti Irianty sedang makan mie instan dan setelah makan mie tersebut tiba-tiba anak majikannya meninggal dunia.
Sementara pihak Disnaker, kata Adilhati, mendapat laporan adanya kasus tersebut dari bagian pengantar kerja bernama Irwan Kuswandi yang langsung mengecek ke rumah korban.
"Dari pengakuan keluarga, diperoleh informasi kalau TKW asal Cianjur itu sudah dieksekusi mati, sedangkan Karsih belum ada kejelasan sampai sekarang," katanya seraya berharap, sebelum Karsih dieksekusi mati, pemerintah Indonesia bisa membantu melakukan pembelaan untuk Karsih.
Karsih merupakan TKW asal Karawang yang berangkat ke Riyadh, Arab Saudi sekira Februari 1999 lalu, melalui Perusahaan Jasa Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Hosana Adi Kreasi, Jakarta.
Sejak keberangkatannya hingga kini, Karsih belum pernah kembali ke kampung halamannya. (lam/ant
* ¿î¿µÀÚ´Ô¿¡ ÀÇÇØ¼ °Ô½Ã¹° º¹»çµÇ¾ú½À´Ï´Ù (2008-01-26 15:42) |
|
|
|
|
|
|
|
|
Midi Center Building 3rd Fl. No : 304, ( Po.Box 100-290 ) 70-27 Yae Kwan Dong - Joong Gu - Seoul Korea
Copyleft : Labor Net Powered : Nodong.Net |
 |
|